Tahapan Pembuatan Relief Ikan Koi dari Batu Paras Jogja
- Pemilihan Batu Paras
- Batu paras putih dipilih langsung dari tambang di wilayah Gunungkidul, Jogja.
- Batu yang digunakan harus bertekstur halus, tidak retak, dan cukup tebal agar kuat menopang ukiran timbul.
- Desain Awal
- Motif ikan koi dan bunga teratai digambar di atas permukaan batu menggunakan pensil atau kapur.
- Desain disesuaikan dengan ukuran panel dan permintaan pelanggan—bisa satu arah aliran air atau komposisi melingkar.
- Proses Penatah Manual
- Pengrajin menggunakan alat pahat tradisional seperti tatah, palu, dan pisau ukir.
- Relief dibuat secara bertahap:
- Tahap pertama: membentuk kontur kasar ikan dan bunga.
- Tahap kedua: memperdalam bagian tertentu untuk efek timbul.
- Tahap ketiga: menambahkan detail seperti sisik ikan, urat daun, dan tekstur air.
- Finishing dan Penghalusan
- Setelah ukiran selesai, permukaan dibersihkan dan dihaluskan menggunakan amplas batu atau sikat kawat.
- Bisa ditambahkan coating bening agar warna batu lebih keluar dan tahan terhadap lumut atau air hujan.
- Pemasangan
- Relief dipasang pada dinding rumah menggunakan perekat khusus atau sistem baut tergantung berat dan ukuran.
- Biasanya dikombinasikan dengan batu alam lain seperti andesit atau batu kali, serta elemen taman seperti lampion batu dan tanaman hias.
Keunggulan Relief Batu Paras Jogja
- Estetika tinggi: cocok untuk nuansa tropis, klasik, atau spiritual.
- Simbol keberuntungan: ikan koi melambangkan ketekunan dan kemakmuran.
- Tahan cuaca: batu paras tidak mudah lapuk dan cocok untuk eksterior.






