Bahan Baku: Batu Paras Jogja
- Asal-usul: Batu paras berasal dari daerah Gunungkidul, Yogyakarta, dan dikenal sebagai batu kapur lunak berwarna putih kekuningan atau krem muda.
- Karakteristik: Teksturnya halus, ringan, dan mudah diukir, namun tetap kokoh untuk aplikasi eksterior maupun interior. Warna alaminya memberi kesan elegan dan bersih.
- Jenis: Umumnya digunakan jenis paras putih atau paras super, tergantung kebutuhan desain dan ketahanan terhadap cuaca.
Teknik Ukir Manual
- Proses Tradisional: Pengrajin menggunakan pahat dan palu untuk membentuk motif secara manual, mulai dari sketsa awal hingga detail akhir.
- Motif yang Diukir: Bisa berupa flora-fauna, mitologi, simbol spiritual, atau ornamen geometris. Setiap ukiran mencerminkan filosofi dan nilai budaya lokal.
- Keunikan: Karena diukir tangan, setiap relief memiliki karakter unik dan tidak bisa disamakan dengan produk cetakan atau mesin.
Kegunaan untuk Hiasan Dinding
- Dekorasi Fasad Rumah: Memberi kesan artistik dan bernuansa tradisional-modern pada dinding depan rumah.
- Ruang Meditasi atau Taman: Cocok untuk menciptakan suasana tenang dan spiritual, terutama jika dipadukan dengan lampion batu dan tanaman hias.
- Interior Ruangan: Bisa dipasang di ruang tamu, ruang keluarga, atau lorong sebagai titik fokus visual.
- Proyek Arsitektur: Digunakan dalam desain hotel, villa, restoran, atau tempat ibadah untuk menonjolkan identitas lokal dan estetika alami.
Keunggulan:
- Tahan terhadap cuaca tropis jika diberi coating
- Mudah dibentuk sesuai desain custom
- Bernilai seni tinggi dan memperkuat karakter bangunan






