Proses Pembuatan
- Pemilihan Material
- Menggunakan batu paras putih asli dari daerah Gunungkidul, Jogja.
- Batu dipilih berdasarkan tekstur halus, warna seragam, dan ketahanan terhadap cuaca.
- Desain dan Sketsa
- Sketsa awal dibuat berdasarkan pakem wayang klasik, disesuaikan dengan ukuran panel dan gaya arsitektur rumah.
- Detail seperti ukel rambut, motif batik, dan ornamen tubuh BIMA digambar manual atau digital.
- Pengukiran Manual
- Dikerjakan oleh pengrajin berpengalaman menggunakan pahat tradisional.
- Teknik ukir tinggi-rendah (relief timbul) digunakan untuk menciptakan kedalaman visual.
- Proses ini memakan waktu 5–15 hari tergantung ukuran dan kompleksitas.
- Finishing
- Permukaan dibersihkan dan dirapikan.
- Opsional: pelapisan coating transparan untuk perlindungan dari lumut dan air hujan.
Proses Pemasangan
- Persiapan Dinding
- Dinding harus rata dan kuat, biasanya dari bata ekspos, beton, atau roster.
- Dipastikan memiliki rangka atau dudukan yang mampu menahan berat relief.
- Pemasangan Panel
- Relief dipasang menggunakan semen khusus atau bracket besi tersembunyi.
- Posisi ditentukan agar sejajar dengan elemen arsitektur lain seperti pintu atau jendela.
- Integrasi Estetika
- Dilengkapi dengan lampu sorot taman untuk menonjolkan detail ukiran saat malam hari.
- Tanaman hias seperti caladium, paku-pakuan, dan bunga tropis ditata di sekeliling untuk memperkuat kesan alami dan sejuk






